Cara Minum Obat yang Benar Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

0
48
Cara Minum Obat yang Benar Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan
Cara Minum Obat yang Benar Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Cara Minum Obat yang Benar Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan – Saat bulan puasa datang mungkin anda berpikir anda tidak akan bisa melakukan puasa karena harus meminum obat setiap hari. Tapi, anda tidak usah khawatir karena disini saya akan menjelaskan bagaimana caranya meminum obat yang benar ketika puasa di bulan ramadhan.

Setiap penyakit yang dialami pasti akan diberikan obat yang berbeda-beda sesuai dengan penyakitnya. Pemberian obat dalam sehari juga disesuaikan dengan lamanya obat di dalam tubuh dan kecepatan obat yang dibuang dari tubuh.

Obat yang mempunyai efek yang lama di dalam tubuh umumnya akan diberikan pemberian obat yang jarang contohnya 1 x sehari, 2 x sehari. Sedangkan untuk obat yang mudah dikeluarkan dari tubuh akan diberikan pemberian obat yang lebih sering, contohnya 3 x sehari, 4 x sehari atau setiap jam diminum 1 tablet.


Baca Juga :


Untuk meminum obat yang benar saat berpuasa sebaiknya anda ketahui dulu jarak waktunya. Jarak waktu meminum obat 1 x sehari yaitu setiap 24 jam, kemudian untuk obat yang diminum 2 x sehari jarak waktunya yaitu setiap 12 jam, sedangkan untuk obat yang diminum 3 x sehari jarak waktunya adalah setiap 8 jam.

Cara Minum Obat yang Benar Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Cara Minum Obat yang Benar Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan
Cara Minum Obat yang Benar Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan
  • Jika anda ingin meminum obat saat bulan puasa sebanyak 1 x sehari, maka anda bisa meminumnya pagi hari saat sahur atau pada saat berbuka puasa.
  • Jika anda ingin meminum obat saat puasa sebanyak 2 x sehari, anda bisa meminumnya pada saat sahur dan berbuka puasa.
  • Tapi, jika anda harus meminum obat sebanyak 3 x sehari, bisa diminum pada saat sahur, berbuka puasa dan malam hari.
  • Jika anda diberikan obat pereda nyeri atau pusing, anda bisa meminumnya jika nyeri atau pusingnya kambuh. Jadi anda tidak perlu meminum terus obatnya.
  • Jika anda berobat ke dokter dan diberikan obat yang bersifat kausatif seperti antibiotik yang harus diminum 3 x sehari atau lebih, anda bisa meminta kepada dokternya supaya obat tersebut dapat diganti dengan antibiotik yang hanya bisa diminum 1 x sehari atau 2 x sehari.
  • Jika anda mempunyai penyakit gula (diabetes) dan harus menjalani terapi pengobatan setiap hari, anda bisa meminum obatnya ketika berbuka puasa. Dokter biasanya memberikan obat diabetes yang harus diminum pada saat sarapan pagi seperti glibenklamid, pada saat puasa obat tersebut bisa diminum ketika berbuka puasa. Jangan meminum obat gula (diabetes) saat makan sahur karena bisa menyebabkan hipoglikemia.
  • Jika anda mempunyai penyakit darah tinggi (hipertensi) yang harus diminum obatnya sebanyak 1 x sehari, sebaiknya anda meminum obatnya ketika makan sahur supaya obat tersebut dapat mengontrol tekanan darah anda pada siang hari saat berpuasa dan beraktivitas. Penelitian mengatakan bahwa tekanan darah yang tinggi yaitu berada pada jam 09.00 – 11.00 pagi.
  • Untuk yang memiliki penyakit Maag yang diberikan obat lansoprazole dan omeprazole yang harus diminum 1 x sehari, sebaiknya obat tersebut diminum pada malam hari sebelum tidur. Sedangkan untuk jenis obat ranitidine dan famotidine yang harus diminum sebanyak 2 x sehari, sebaiknya diberikan malam hari saat berbuka dan saat makan sahur. Hal ini dikarenakan kadar paling tinggi asam lambung akan terjadi pada saat dini hari.
  • Selanjutnya jika anda mempunyai penyakit kolesterol sebaiknya anda meminum obatnya malam hari atau sesuai petunjuk dokter. Hal ini disebabkan karena metabolisme kolesterol paling banyak yaitu pada malam hari.

Apakah ada obat yang tidak dapat membatalkan puasa? jawabanya iya ada. Obat yang tidak dapat membatalkan puasa adalah obat-obatan yang tidak ditelan dan masuk ke saluran cerna. Contohnya :

Cara Minum Obat yang Benar Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan
Cara Minum Obat yang Benar Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan
  • Obat yang diabsorpsi melalui kulit (salep, krim dan plester).
  • Obat yang diselipkan dibawah lidah
  • Obat yang disuntikan baik melalui otot, sendi, vena dan kulit. tetapi jika melakukan pemberian makanan melalui intravena dapat membatalkan puasa.
  • Obat tetes mata
  • Obat kumur yang tidak ditelan
  • Pemberian oksigen
  • Obat yang digunakan melalui vagina, seperti suppositoria.

 

Cara meminum obat diatas adalah cara yang lebih umum. Setiap obat memiliki efek kerjanya masing-masing. Jadi sebaiknya anda konsultasikan dahulu dengan dokter atau ahli kesehatan lainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.